WELCOME to SMP ISLAM AL AZHAR 23 SEMARANG--AZAGAS EXPERT--Excellent in Performance, Education, Religion, and Technology--MORE INFO WA 0822-3060-3323 (Mr. Sandy)--

Minggu, 22 Februari 2026

Cultural Homestay, Kegiatan Kokurikuler Murid Kelas 7, Terjun dan Belajar dari Masyarakat Desa

 

Salah satu kelompok murid menerima edukasi tentang ragam flora di lingkungan Desa Wisata Tanon

Murid kelas 7 SMP Islam Al Azhar 23 Semarang (Azagas) mengikuti kegiatan kokurikuler berupa Cultural Homestay di Desa Wisata Tanon, Desa Ngrawan, Getasan, Kabupaten Semarang pada Kamis s.d Sabtu, 12-14 Februari 2026. Beragam kegiatan diikuti oleh para murid mulai dari mata pencaharian penduduk desa sekaligus merasakan pengalaman belajar bersama warga desa, pengenalan flora lokal, dolanan ndeso, belajar gamelan bersama, hingga pembuatan produk olahan susu seperti sabun, greenis, hingga permen.

Karakter positif yang tumbuh di masyarakat utamanya pedesaan diharapkan menjadi stimulus belajar bagi para murid Azagas. Budaya saling mengenal (taaruf), budaya saling menolong (ta'awun), serta budaya saling menghargai (tasamuh) adalah beberapa karakter positif yang tumbuh di lingkungan masyarakat desa di mana nilai-nilai tersebut diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Di samping itu, semangat juang untuk bertahan hidup dengan menjaga keseimbangan (tawazun) antara materi dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan menjadi salah satu ciri khas masyarakat desa. Pun demikian dengan masyarakat Desa Wisata Tanon, tempat belajar para murid Azagas dalam Cultural Homestay kali ini. Para murid pun bermalam di rumah-rumah warga agar dapat merasakan langsung bagaimana kehidupan masyarakat desa dari lingkungan terkecil yakni keluarga. 












"Sekolah berharap, tinggal beberapa hari di Tanon menjadi sarana belajar yang efektif bagi para murid untuk meningkatkan empati, menguatkan adab, serta menambah wawasan melalui pengalaman empiris dengan terjun langsung di masyarakat. Mereka adalah calon pemimpin peradaban masa depan dan perlu mengetahui potensi yang ada mulai dari sumber daya manusia, alam, serta lingkungan, termasuk kekayaan budaya di dalamnya. Tanon adalah miniatur dari 75 ribu lebih desa yang ada di Indonesia. Semoga pengalaman berharga yang diperoleh selama berkegiatan di Desa Wisata Tanon ini memantik semangat belajar para murid." ungkap Ibu Donik Agus Riyanti, S.Pd., Gr, wakil kepala SMP Islam Al Azhar 23 yang turut mendampingi kegiatan kokurikuler Cultural Homestay. 

Para murid berkesempatan mengikuti apresiasi seni pada malam terakhir kegiatan berupa tampilan ragam tarian kreasi dari masyarakat setempat. Keesokan harinya, mereka bersama warga menikmati indahnya pagi di desa dengan eksplorasi Gunung Gajah, salah satu objek wisata alam dari Desa Wisata Tanon yang sungguh menakjubkan. Momen haru sangat tampak baik dari warga maupun murid saat berpamitan pascapenutupan kegiatan di pendopo Desa Wisata Tanon. 

Bismillah, ada yang bisa Sandy bantu? Kirim pesan WA ke LaporSandy
Assalamualaikum, apa yang bisa kami bantu? ...
Silakan klik untuk mulai percakapan LaporSandy